Pemilik Proyek Peternakan Ayam di Tajurhalang Diduga Lakukan Diskriminasi dan sebut wartawan Anjing dan monyet

- Reporter

Minggu, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, 31/10/2025 — sukma.or.id || Jumat sore sekitar pukul 17 :00 wib sejumlah wartawan melihat adanya satu unit mobil yang terparkir tengah mengangkut ayam potong dari sebuah peternakan,

Kemudian mereka melakukan sosial kontrol ke kandang tersebut karena mereka mengira itu dari ketahanan pangan, namun belum sempat mereka bicara tiba tiba salah seorang dari pihak proyek menegur dengan nada tak sopan bernada membentak memakai bahasa daerah ” Rek naraon kadarieu . Hei aing nanya sia rek naraon . Kemudian Margo salah satu dari media tersebut menjawab kami sedang melakukan tugas sosial kontrol. Dengan nada keras sang pemilik kandang memotong .. ” media tai media anjing. Beberapa wartawan mendapatkan perlakuan diskriminatif dari pemilik proyek peternakan ayam di wilayah Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

 

Menurut keterangan Remon ( Rahmat ) salah satu wartawan bidik hukum, yang juga tengah ikut bertugas saat itu membenarkan hal tersebut. ” pihak pengelola proyek menolak kehadiran awak media dengan alasan yang tidak jelas. Bahkan kami mendapatkan perlakuan tidak sopan ketika mencoba konfirmasi terkait proyek tersebut.

 

“Kami datang dengan niat baik untuk melakukan kontrol sosial dan memberikan ruang bagi pihak proyek menjelaskan . Tapi justru disambut dengan kata-kata kasar dan mengatakan ” MEDIA TAIK,” dan mengatakan kepada kami wartawan ” ANJING dan MONYET ” ujar Dede dari media aksara news.

Baca Juga:  *Memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAWdi Masjid Nurul Amal Kp. Malang Nengah desa Situ udik *

 

Sementara itu, pihak proyek mengungkapkan bahwa proyek peternakan ayam itu sudah berjalan beberapa lama dan tak pernah ada yang mengganggu kalau mau datang kesana saja ke ketahanan pangan yang dikelola orang desa dan gak jelas ucap nya . Sambil bernada emosi dan penuh amarah .

 

Pihak pemilik proyek langsung menyerang dengan kata kata kasar terhadap media yang sedang melakukan tugas sosial kontrol nya. Bahkan salah seorang media sebut saja Margo yang saat itu menggunakan seragam LSM Sukma perkumpulan media . sempat di dorong dan nyaris terjatuh hingga baju nya kotor karena nyaris terjadi pemukulan .

 

Perlakuan diskriminatif terhadap jurnalis dinilai mencederai prinsip keterbukaan informasi publik dan kebebasan pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Beberapa awak media rencana akan membawa kasus ini ke ranah hukum untuk mendapatkan keadilan . ( Red )

Facebook Comments Box
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

LBH ADHIBRATA DESAK POLSEK CENGKARENG USUT TUNTAS DUGAAN PEMBUNUHAN OKTAVIANUS HEUMASSE
Pedagang Sayur Keliling Ikut Rasakan Berkah TMMD Reguler ke-128 Kodim Sragen
Tawa Bahagia Warga Pecah di Lokasi Sumur Bor TMMD di Dusun Gadungsari
Diduga Anti Transparansi, Kantor Desa Pamijahan Digempur Aksi Massa SUKMA: “Jangan Merasa Jadi Raja Kecil!”
Lembaga Survey Kepuasan Masyarakat Angkat Suara Jalan KH Abdul Hamid Rusak Tak Kunjung Dibenahi
Lari dari tanggung Jawab Direktur PT. ATHARAZKA LAWORO MEDIA
Distributor Miras di Sorong Diduga Langgar Izin dan Pajak 2023-2026
Dugaan Mar Up dilakukan oleh SPPG GIRIMULYA Program Makan Bergizi Gratis
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:03

LBH ADHIBRATA DESAK POLSEK CENGKARENG USUT TUNTAS DUGAAN PEMBUNUHAN OKTAVIANUS HEUMASSE

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:07

Pedagang Sayur Keliling Ikut Rasakan Berkah TMMD Reguler ke-128 Kodim Sragen

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:04

Tawa Bahagia Warga Pecah di Lokasi Sumur Bor TMMD di Dusun Gadungsari

Selasa, 12 Mei 2026 - 04:01

Diduga Anti Transparansi, Kantor Desa Pamijahan Digempur Aksi Massa SUKMA: “Jangan Merasa Jadi Raja Kecil!”

Minggu, 19 April 2026 - 09:23

Lembaga Survey Kepuasan Masyarakat Angkat Suara Jalan KH Abdul Hamid Rusak Tak Kunjung Dibenahi

Berita Terbaru