Pelayanan RSUD Leuwiliang Bogor Sangat Buruk, Dua Pasien Menunggu sehari Semalam Belum Dapat Pelayanan Dokter

- Reporter

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Kabupaten Bogor 25-02-2026.Sukma co.id. Pelayanan rumah sakit yang lamban sering dikeluhkan masyarakat, meliputi lambatnya penanganan UGD, antrean administrasi panjang, lambatnya pelayanan BPJS, hingga kurang responsifnya tenaga medis. Hal ini sering memicu kemarahan keluarga pasien dan dianggap tidak profesional. Keluhan ini sering terjadi pada pelayanan rawat inap maupun UGD.

 

Keterbatasan Tenaga Medis: Dokter seringkali praktik di lebih dari satu rumah sakit, menyebabkan penundaan tindakan medis kritis.

 

Kelalaian & Kurang Responsif: Perawat atau petugas kurang tanggap dalam merespons kebutuhan pasien, seperti lambat mengganti infus atau penanganan gawat darurat. Hal ini sangat berbahaya bagi keselamatan pasien menurut salah satu pihak keluarga yang sangat kecewa.

 

Pengolahan data yang belum terintegrasi atau masih manual memperlambat alur pelayanan. Fasilitas Kurang Memadai: Kurangnya tempat tidur atau ambulans sering membuat pasien harus menunggu lama untuk dirujuk.

 

Dampak Pelayanan Lamban:

Kondisi Pasien Memburuk: Keterlambatan penanganan medis, terutama pada kasus kritis, dapat berakibat fatal atau menyebabkan kematian. Ketidakpuasan Keluarga Pasien: Hal ini sering menimbulkan konflik antara pihak keluarga dan rumah sakit. Aduan keluarga pasien ke pihak media sering diterima dan menjadi catatan khusus bahwa selama 5 tahun lebih pelayanan RSUD Leuwiliyang tidak juga ada perbaikan.

 

Aduan yang diterima media dengan sulitnya mendapatkan kamar bukan kali ini saja. Tidak ada upaya untuk memperbaiki

Penggunaan sistem manajemen rumah sakit digital (software rumah sakit) dapat mempercepat proses administratif dan integrasi data, meningkatkan efisiensi, serta mengurangi kesalahan manusia. Evaluasi internal oleh pihak rumah sakit juga diperlukan untuk memperbaiki kinerja perawat dan tenaga medis.

 

Dua Keluarga pasien satu rohanah dari parung singa- sipak Jasinga satu lagi dari gudawang – Cigudeg, Mereka hanya disuruh menunggu ruangan kosong saja dan hanya mendapatkan pertolongan pertama saja infusan tanpa ada penanganan dari Dokter spesialis, kami menunggu dari jam 12 sampai pagi tadi hampir sama jam masuknya beda satu jam saja, ” Ujar keluarga pasien

Baca Juga:  Desa Cibadak Tolak Program Desa Digital, Berpotensi Langgar Regulasi Nasional

 

Sa’at awak media menanyakan kepada Humas RSUD Leuwiliang Bogor Hesti ,Pasien rohana kasus ny TB paru WL ke 1 BG2

Dokter ny sedang visite di BG2

Mdh2an ada yg rencana pulang, ” Ujarnya

 

Heti Humas Rs Leuwiliang: Karena diagnosa nya TB Paru jadi ruangannya harus diruangan khusus TB Paru, yaitu ruang Bougenville 2 yah

Kalau pasien masih di IGD untuk dokter penanggung jawab (dokter spesialis) memang cukup dikonsulkan saja oleh dokter jaga IGD tidak visit langsung ke pasien..setelah pindah ke ruangan ranap baru nanti divisi oleh dokter paru, ” Jelasnya

 

Sa’at awak media pertanyakan terkait berapa dokter di spesialis Paru ada tiga pak, namun sistem di roling tiap hari dokter A lalu besok B dan lusasnya Si C jadi tetap untuk dokter setiap hari hanya satu dokter saja,

 

Bagai mana bisa mengatasi masalah pasien sebanyak ini, sampai harus nunggu berhari-hari.

 

Bahkan untuk pengurusan Administrasi saja harus muter-muter, di bikin rumit saja management RSUD Leuwiliang dari dulu tak pernah ada perubahan.

Masyarakat keluhkan hal ini terkait pelayanan publik. Apalagi transparansi sistem pengelolaannya.

 

Apakah tidak ada pengganti dokter di bagian paru contohnya , apalagi dokter tersebut membuka praktik di rumah sakit lain juga, bagaimana keadaan pasien yang saat itu betul-betul membutuhkan pertolongannya.. ?

 

Lambatnya penanganan pihak Rumah sakit bisa mengakibatkan kematian seseorang, karena tidak adanya inisiatif lain untuk memperbaiki perubahan dalam pelayanan kepada masyarakat.

 

Kami Berharap pihak RSUD Leuwiliang bisa bebenah untuk memperbaiki sistem pelayanan dan penanganan pelayanan yang baik kepada masyarakat kabupaten Bogor khususnya.

 

Red: team

Facebook Comments Box
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Lari dari tanggung Jawab Direktur PT. ATHARAZKA LAWORO MEDIA
Distributor Miras di Sorong Diduga Langgar Izin dan Pajak 2023-2026
Dugaan Mar Up dilakukan oleh SPPG GIRIMULYA Program Makan Bergizi Gratis
SPPG Pamijahan 03 Diduga Mar Up Harga Program Makan Bergizi Gratis, Jadi Sorotan Media
Puluhan Wali Murid Gruduk Dapur MBG di Tenjolaya Bogor, Pertanyakan Menu dan Distribusi Makanan
SPPG Pamijahan 03 diduga salurkan mbg tidak layak kosumsi ke penerima manfaat (Siswa)
LEMBAGA SUKMA MENYOROTI SPPG SITU ILIR YANG SERING MELAKUKAN PENGURANGAN PORSI
Menu MBG SDN 1 Situ Ilir Diprotes Wali Murid, Dinilai Tak Sesuai Anggaran Pemerintah
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:04

Lari dari tanggung Jawab Direktur PT. ATHARAZKA LAWORO MEDIA

Minggu, 12 April 2026 - 08:14

Distributor Miras di Sorong Diduga Langgar Izin dan Pajak 2023-2026

Rabu, 11 Maret 2026 - 05:29

Dugaan Mar Up dilakukan oleh SPPG GIRIMULYA Program Makan Bergizi Gratis

Senin, 9 Maret 2026 - 13:15

SPPG Pamijahan 03 Diduga Mar Up Harga Program Makan Bergizi Gratis, Jadi Sorotan Media

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:01

Puluhan Wali Murid Gruduk Dapur MBG di Tenjolaya Bogor, Pertanyakan Menu dan Distribusi Makanan

Berita Terbaru