Kabupaten Bogor, – Puluhan ibu yang merupakan wali murid mendatangi dapur pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Kedatangan mereka bertujuan untuk mempertanyakan terkait menu makanan serta distribusi yang dinilai belum maksimal. 05/03/2026
Salah satu dapur MBG yang disorot berada di SPPG Tenjolaya, tepatnya di wilayah Cibitung Tengah 3. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa dapur tersebut dikelola oleh salah satu pengelola bernama Ijwar.
Seorang wali murid yang enggan disebutkan identitasnya dan hanya memberikan inisial SI menyampaikan bahwa menu yang diterima oleh siswa dalam beberapa hari terakhir dinilai tidak konsisten serta berbeda antar siswa dalam satu kelas.
Menurutnya, pada tanggal 23, 24, dan 25 Februari 2026, menu yang diterima oleh para siswa berupa roti, abon, kacang, dan kurma. Namun pada tanggal 26, 27, dan 28 Februari 2026 distribusi makanan tidak diberikan dengan alasan persediaan bahan makanan di dapur tidak tersedia.
“Katanya sedang diusahakan dan akan segera didistribusikan, kami diminta untuk bersabar. Namun sampai sekarang sebagian belum menerima,” ungkap SI kepada wartawan.
Selanjutnya pada tanggal 2, 3, dan 4 Maret 2026. distribusi kembali dilakukan dengan menu yang hampir sama yakni kacang, kurma, abon, dan roti. Namun dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan menu di dalam satu kelas.
Ia mencontohkan, dalam satu kelas yang berjumlah sekitar 30 siswa, sebanyak 25 siswa menerima menu yang sama, sedangkan 5 siswa lainnya menerima menu yang berbeda, misalnya roti diganti dengan telur asin.
“Kami melihat menu yang dibagikan tidak seragam. Bahkan menu dari dapur yang satu berbeda dengan dapur lainnya. Kami berharap ada perbaikan dan penyesuaian agar distribusi makanan lebih maksimal,” tambahnya.
Kekecewaan tersebut mendorong puluhan ibu mendatangi langsung dapur MBG untuk meminta klarifikasi kepada pengelola. Dalam pertemuan tersebut, pihak pengelola dapur menyampaikan bahwa mereka akan berupaya memaksimalkan pelayanan dan memperbaiki sistem distribusi makanan.
Namun demikian, sejumlah wali murid mengaku masih belum merasa puas dengan penjelasan yang diberikan dan berharap adanya evaluasi dari pihak terkait agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih baik serta tepat sasaran.
Para wali murid juga berharap ke depan menu yang diberikan dapat seragam, cukup, dan sesuai dengan standar gizi, sehingga tujuan dari Program Makan Bergizi Gratis benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh para siswa.
Penulis : Sukma
Editor : Awal
Sumber Berita: https://youtu.be/qQS1EILhZHQ?si=GJYxVwMC_fbBE5d0















