Bogor 23 Februari 2026 – sukma.co.id , Seorang oknum pengurus pembangunan tower telekomunikasi diduga melontarkan ancaman akan menembak organisasi masyarakat (ormas) dan awak media jika nekat naik ke lokasi proyek.
Insiden tersebut terjadi di area
pembangunan tower yang berlokasi di kampung Pasir tengah RT 04 Desa Sukaharja Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor, saat sejumlah perwakilan ormas bersama jurnalis mendatangi lokasi untuk melakukan konfirmasi terkait perizinan dan dampak lingkungan proyek.
Menurut keterangan salah satu perwakilan Media , kedatangan mereka bertujuan Sosial kontrol secara baik-baik. Namun situasi memanas setelah oknum pengurus proyek mengeluarkan pernyataan bernada ancaman.
“Dia bilang siapapun kalau ada yang naik ke atas baik itu media atau ormas masuk ke area tertentu, akan saya tembak. Kami tentu kaget dengan ucapan itu,” ujar salah satu saksi di lokasi. ” Karang taruna pun GK bakalan naek kesini karna mereka ( Beben ) itu Ade adean saya.
Sejumlah wartawan yang berada di tempat kejadian juga membenarkan adanya ucapan tersebut. Mereka menilai pernyataan itu tidak pantas dan berpotensi melanggar hukum karena mengandung unsur intimidasi terhadap kebebasan pers.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan pengelola tower terkait dugaan ancaman tersebut. Pihak desa dan Karang taruna setempat telah menerima laporan dan sedang melakukan penelusuran atas kejadian itu.
Pengamat hukum pidana menilai, jika ancaman tersebut terbukti, pelaku dapat dijerat dengan pasal terkait perbuatan tidak menyenangkan atau ancaman kekerasan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, Masyarakat sekitar dan pemilik lahan berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara damai dan transparan, tanpa adanya intimidasi terhadap pihak mana pun.
Kasus ini menambah daftar ketegangan yang kerap muncul dalam proyek pembangunan infrastruktur, khususnya yang berkaitan dengan isu perizinan dan dampak sosial di lingkungan warga
Di tempat berbeda komeng selaku pengurus aliansi ormas kecamatan tamansari angkat bicara yang mana beliau sangat menyayangkan dengan kejadian tersebut dan tentu nya saya selaku pengurus aliansi di kecamatan tamansari sangat kecewa dengan kata kata yang dilontarkan oleh pepep menurutnya hal-hal tersebut tidak perlu disampaikan terlebih media tentunya dilindungi oleh hukum untuk melakukan penyiaran berita
Teramat disayangkan juga kepada soudara pepep yang sudah melakukan pengancaman dan intimidasi terhadap rekan- rekan media dan juga mengancam kepada ormas yang mana saya sendiri sangat menyayangkan atas terjadinya tindakan tersebut.
Red:Team
Penulis : Apip

















