Kades Megamendung Bantah Tudingan Arogan: Semua Program Sesuai Musyawarah dan Sudah Berjalan

- Reporter

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Megamendung, Bogor #4/9/2025 Suara kabar masyarakat.id
Kepala Desa Megamendung, Duduh Manduh, menanggapi tudingan yang menyebut dirinya arogan serta adanya dugaan penyalahgunaan anggaran pembangunan desa. Ia menegaskan, seluruh program desa dijalankan sesuai mekanisme yang berlaku dan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes), bukan keputusan sepihak.

“Saya tegaskan, semua kegiatan desa dijalankan berdasarkan hasil musyawarah bersama masyarakat, BPD, RT/RW, tokoh masyarakat, dan dituangkan dalam APBDes. Tidak ada program yang berjalan sepihak, apalagi sampai disebut arogan atau menyalahgunakan anggaran,” ujar Duduh Manduh, Kamis (4/09/2025).

Pembangunan Aula Desa Bertahap

Mengenai pembangunan Aula Kantor Desa yang disebut mangkrak, Duduh Manduh meluruskan bahwa pengerjaan dilakukan bertahap sesuai pencairan dana desa.
“Pembangunan aula itu tidak mangkrak, tapi memang bertahap. Anggaran tidak turun sekaligus, jadi pekerjaan menyesuaikan regulasi pencairan. Semua laporan kami sampaikan secara resmi ke inspektorat, tidak ada yang ditutup-tutupi,” jelasnya.

Program Ketahanan Pangan Sudah Berjalan

Menjawab isu bahwa program ketahanan pangan tidak berjalan, Duduh Manduh dengan tegas membantah. Ia menegaskan bahwa program tersebut sudah berjalan dan bahkan sudah diserahkan pengelolaannya ke BUMDes.
“Program ketahanan pangan bukan hanya wacana, tapi sudah terealisasi. Lahan dan sarana sudah tersedia, bahkan sudah ada penyerahan resmi kepada BUMDes untuk dikelola dan dimanfaatkan bagi masyarakat. Jadi sangat keliru bila dikatakan program ini tidak berjalan,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemdes Cimayang Menghalangi Tugas Media Dan Lembaga Survey, SUKMA Akan Tempuh Jalur Hukum

Tegas Tolak Tudingan Arogan

Lebih lanjut, Duduh Manduh menolak tudingan bahwa ia arogan dalam memimpin.
“Semua keputusan desa selalu melalui forum resmi. Kalau ada yang merasa tidak puas, silakan datang dan berdialog. Pintu kantor desa selalu terbuka. Tapi jangan sampai menyebarkan isu yang menyesatkan, karena itu merugikan desa sendiri,” ucapnya.

Seruan Persatuan Warga

Kades Megamendung ini mengajak seluruh masyarakat untuk fokus pada pembangunan desa, bukan terpecah karena isu yang tidak berdasar.
“Saya siap dikritik, tapi dengan cara yang sehat dan membangun. Mari kita kawal bersama pembangunan Megamendung, karena ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa, tapi tanggung jawab kita semua,” tutup Duduh Manduh.

Jurnalis:Jani

 

Facebook Comments Box
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Sarat Nilai Filosofis Sunda, Muharoman Sedekah Bumi Cihideung Karamat Dramaga Berlangsung Meriah
LBH ADHIBRATA DESAK POLSEK CENGKARENG USUT TUNTAS DUGAAN PEMBUNUHAN OKTAVIANUS HEUMASSE
Pedagang Sayur Keliling Ikut Rasakan Berkah TMMD Reguler ke-128 Kodim Sragen
Tawa Bahagia Warga Pecah di Lokasi Sumur Bor TMMD di Dusun Gadungsari
Diduga Anti Transparansi, Kantor Desa Pamijahan Digempur Aksi Massa SUKMA: “Jangan Merasa Jadi Raja Kecil!”
Lembaga Survey Kepuasan Masyarakat Angkat Suara Jalan KH Abdul Hamid Rusak Tak Kunjung Dibenahi
Lari dari tanggung Jawab Direktur PT. ATHARAZKA LAWORO MEDIA
Distributor Miras di Sorong Diduga Langgar Izin dan Pajak 2023-2026
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:13

Sarat Nilai Filosofis Sunda, Muharoman Sedekah Bumi Cihideung Karamat Dramaga Berlangsung Meriah

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:03

LBH ADHIBRATA DESAK POLSEK CENGKARENG USUT TUNTAS DUGAAN PEMBUNUHAN OKTAVIANUS HEUMASSE

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:07

Pedagang Sayur Keliling Ikut Rasakan Berkah TMMD Reguler ke-128 Kodim Sragen

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:04

Tawa Bahagia Warga Pecah di Lokasi Sumur Bor TMMD di Dusun Gadungsari

Selasa, 12 Mei 2026 - 04:01

Diduga Anti Transparansi, Kantor Desa Pamijahan Digempur Aksi Massa SUKMA: “Jangan Merasa Jadi Raja Kecil!”

Berita Terbaru