Megamendung, Bogor #4/9/2025 Suara kabar masyarakat.id
Kepala Desa Megamendung, Duduh Manduh, menanggapi tudingan yang menyebut dirinya arogan serta adanya dugaan penyalahgunaan anggaran pembangunan desa. Ia menegaskan, seluruh program desa dijalankan sesuai mekanisme yang berlaku dan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes), bukan keputusan sepihak.
“Saya tegaskan, semua kegiatan desa dijalankan berdasarkan hasil musyawarah bersama masyarakat, BPD, RT/RW, tokoh masyarakat, dan dituangkan dalam APBDes. Tidak ada program yang berjalan sepihak, apalagi sampai disebut arogan atau menyalahgunakan anggaran,” ujar Duduh Manduh, Kamis (4/09/2025).
Pembangunan Aula Desa Bertahap
Mengenai pembangunan Aula Kantor Desa yang disebut mangkrak, Duduh Manduh meluruskan bahwa pengerjaan dilakukan bertahap sesuai pencairan dana desa.
“Pembangunan aula itu tidak mangkrak, tapi memang bertahap. Anggaran tidak turun sekaligus, jadi pekerjaan menyesuaikan regulasi pencairan. Semua laporan kami sampaikan secara resmi ke inspektorat, tidak ada yang ditutup-tutupi,” jelasnya.
Program Ketahanan Pangan Sudah Berjalan
Menjawab isu bahwa program ketahanan pangan tidak berjalan, Duduh Manduh dengan tegas membantah. Ia menegaskan bahwa program tersebut sudah berjalan dan bahkan sudah diserahkan pengelolaannya ke BUMDes.
“Program ketahanan pangan bukan hanya wacana, tapi sudah terealisasi. Lahan dan sarana sudah tersedia, bahkan sudah ada penyerahan resmi kepada BUMDes untuk dikelola dan dimanfaatkan bagi masyarakat. Jadi sangat keliru bila dikatakan program ini tidak berjalan,” tegasnya.
Tegas Tolak Tudingan Arogan
Lebih lanjut, Duduh Manduh menolak tudingan bahwa ia arogan dalam memimpin.
“Semua keputusan desa selalu melalui forum resmi. Kalau ada yang merasa tidak puas, silakan datang dan berdialog. Pintu kantor desa selalu terbuka. Tapi jangan sampai menyebarkan isu yang menyesatkan, karena itu merugikan desa sendiri,” ucapnya.
Seruan Persatuan Warga
Kades Megamendung ini mengajak seluruh masyarakat untuk fokus pada pembangunan desa, bukan terpecah karena isu yang tidak berdasar.
“Saya siap dikritik, tapi dengan cara yang sehat dan membangun. Mari kita kawal bersama pembangunan Megamendung, karena ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa, tapi tanggung jawab kita semua,” tutup Duduh Manduh.
Jurnalis:Jani


















